Bash Shell
Bash Shell
- Pengantar
Pernahkah Kita memikirkan mengenai proses yang terjadi ketika Kita memberikan perintah kepada Linux?Setelah perintah diberikan, ada beberapa proses yang terjadi, tetapi Kita hanya memperhatikan tingkat yang paling atas yaitu shell. Secara sederhana, shell adalah user interface kepada sistem operasi, baik itu DOS, Windows, maupun *NIX.
Ada beberapa macam shell, yang paling umum adalah Bash, yang dikenal sebagai user interface berbasis karakter. Jenis interface lainnya adalah GUI (Graphical User Interface). Yang Kita akan bahas di sini adalah shell yang berbasis CLI, dan lebih spesifik mengenai Bash Shell.
- Berkenalan dengan Shell
Tugas shell adalah menerjemahkan perintah yang diberikan user menjadi bentuk perintah yang dimengerti oleh sistem operasi. Contoh
Quote:
|
ls > list.txt |
Perintah tersebut berarti menampilkan isi direktori saat ini ke dalam file list.txt. Jadi tampilan tersebut tidak ditampilkan ke layar, tetapi langsung ke file list.txt ini.
Proses yang dikerjakan oleh shell adalah:
-
- Memisahkan baris perintah tersebut menjadi 3 bagian: ls, > dan list.txt
- Menentukan fungsinya, dimana ls adalah perintah, > dan list.txt adalah instruksi I/O
- Menset I/O berdasarkan > list.txt dan beberapa instruksi standar dan implisit
- Mencari perintah ls dan menjalankannya
Daftar shell yang terpasang berada di file /etc/shells. Pemeriksaan lainnya juga dapat dilakukan dengan perintah berikut (walau tidak semuanya benar)
Quote:
|
$ls /bin | grep sh |
Bila Kita benar-benar ingin memeriksa shell yang ada, Kita bisa mengkombinasikan kedua cara di atas dengan perintah berikut
Quote:
|
$ for f in `grep -v ^# /etc/shells`; do if [ -f $f]; then echo $f; fi; done |
E. Bash (Bourne Again Shell)
Bourne Again Shell (Bash) dinamakan seperti itu karena shell ini mengacu pada shell yang dibuat oleh Steve Bourne.
Bash diciptakan untuk digunakan dalam proyek GNU dan juga untuk menjadi shell standar sistem GNU. Bash lahir pada hari Minggu, 10 Januari 1998. Brian Fox yang menulis versi awal bash dan readline dan terus diperbaiki hingga tahun 1993. Chet Ramey bergabung di tahun 1989 dan secara resmi memelihara bash sampai saat ini, dan Ia juga membuat peningkatan-peningkatan lebih lanjut.
Bash semakin populer karena merupakan shell yang umum dalam setiap OS UNIX. Bash juga menyertakan fitur-fitur terbaik shell C dan Korn, dan beberapa fitur unik lainnya. Bash ini tetap kompatibel dengan shell Bourne.
Salah satu fitur Bash yang cenderung menarik adalah mode edit. Dengan edit perintah baris, akan menjadi lebih mudah dalam hal menggunakannya kembali, membetulkan kesalahan ataupun memodifikasinya.
Fitur utama lainnya yang meminjam dari shell C adalah kendali perintah, yang akan memberikan Kita kemampuan untuk memulai, menghentikan dan menunda sejumlah perintah di waktu yang bersamaan.
Keunggulan lainnya adalah Ia banyak menyertakan pilihan dan variabel baru untuk kustomisasi dan fitur pemrograman yang telah diperbaiki untuk menyertakan definisi fungsi, aritmatika integer, kendali I/O, dsb.
F. Menggunakan Bash
Umumnya, bila Kita berkutat di CLI, maka sebenarnya Kita telah menggunakan Bash. Sebenarnya di dalam sistem Kita, terdapat lebih dari 1 shell.
Untuk mengetahui Kita bekerja di shell yang mana, ketikkan perintah
Quote:
|
echo $SHELL |
Bila kita tidak menggunakan Bash, dan ingin memakainya, ketik perintah bash. Tetapi Kita juga harus memastikan bahwa bash memang ada di sistem Kita. Bila menemukan pesan not found artinya bash belum terinstall di sistem Kita.
Bila Kita ingin menjadikan bash sebagai shell default, berikan perintah berikut:
Quote:
|
$ chsh <lokasi bash> |
Lokasi bash bisa diketahui dengan perintah which bash. Selanjutnya bila Anda melakukan login, maka shell default Anda adalah bash.
- Bekerja Dengan Shell
0. Prompt Shell
Prompt shell merupakan tanda atau tempat yang menandakan bahwa perintah dapat diberikan. Masing-masin shell memiliki prompt yang berbeda. Prompt shell ini juga dapat memberitahukan kepada Kita bahwa saat ini Kita login dengan root atau user biasa.
Pada shell bash, untuk user biasa ditandakan dengan $ dan untuk root ditandakan dengan #.
Prompt standar shell, sebenarnya dapat Kita ganti. Jadi, bagi Kita yang sering melihat tampilan prompt standar seperti ini
Quote:
|
[user@pclinux home] |
maka Kita bisa membuatnya menjadi tampil beda.
Prompt dalam shell bash didefinisikan dengan menggunakan variabel environment PS1. Untuk melihatnya, gunakan perintah
Quote:
|
$ echo $PS1 |
PS1 digunakan untuk prompt pertama, artinya bila perintah yang Kita berikan tidak cukup satu baris, harus dilanjutkan pada baris berikutnya, maka definisi prompt pada PS2 (prompt kedua) akan ditampilkan.
Untuk mengubah prompt, perintahnya adalah
Quote:
|
$ export PS1=”Prompt Baru” Nilai yang dapat dimasukkan adalah: |
Contoh, misalkan Kita ingin mengubah prompt standar menjadi seperti ini
Quote:
|
user di pclinux kerja di home > |
maka perintah yang kita berikan adalah
Quote:
|
$ export PS1=”\u di \h ada di \w >” |
1. Varibel Environment
Variabel environment adalah daftar variabel untuk menyimpan nilai-nilai yang dibutuhkan oleh shell dalam melakukan suatu proses. Contoh variabel yang sering digunakan adalah PATH. Variabel ini berguna untuk mencari lokasi suatu program yang akan dijalankan, bila program tidak ditemukan di direktori saat ini.
-
-
- Untuk menampilkan variabel environment, perintahnya
-
Quote:
|
$ env |
-
-
- Untuk menampilkan isi suatu variabel environment, perintahnya
-
Quote:
|
$ echo $NamaVariabelEnvironment |
-
-
- Untuk mendefinisikan, mengubah isi variabel environment, perintahnya
-
Quote:
|
$ export NamaVariabelEnvironment=Nilai |
-
-
- Untuk menambahkan nilai kepada variabel environment yang sudah ada, perintahnya
-
Quote:
|
$ export NamaVariabelEnvironment=$NamaVariabelEnvironment:N ilaiBaru |
2. Histori Perintah Shell
Jika Kita sering mengetikan perintah shell, Kita biasa menggunakan panah atas dan panah bawah untuk menggunakan perintah shell yang sudah pernah Kita berikan. Bahkan perintah tersebut akan terus ada walaupun Kita telah melakukan Log-off ataupun mematikan komputer. Kenapa bisa begitu? Karena semuanya tersimpan di dalam file .bash_history yang berada di direktori home setiap user. Contoh jika ingin melihat daftar histori perintah yang pernah diberikan, maka Kita bisa memberikan perintah history.
Perintah untuk memanggil kembali, selain dengan panah atas dan panah bawah juga bisa dengan menggetikan nomor perintahnya. Misalnya, Kita ingin memanggil perintah ls -al yang pernah Kita berikan. Dari perintah history yang Kita lihat, ternyata perintah ls -al ini berada di nomor urut 11, maka perintah yang Kita gunakan adalah
Quote:
|
$ !11 |
3. Alias dan Unalias
Misalkan, Kita mempunya perintah yang sangat panjang tentu akan tidak efisien bila Kita sering menggetikan perintah yang panjang tersebut. Atau misalkan Kita ingin menggunakan bahasa Indonesia dengan perintah-perintahnya, semua hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan alias. Perintahnya adalah
Quote:
|
$ alias NamaAlias=Perintah |
Contoh, Kita dapat memberikan perintah berikut
Quote:
|
$ alias la=’ls -al’ |
maka ketika Kita mengetikan perintah la, hasil yang muncul akan sama dengan Kita memberikan perintah ls -al.
Hebatnya, Kita bahkan bisa mendefinisikan ulang perintah dasarnya. Contoh perintah berikut akan mengubah perilaku dari perintah ls
Quote:
|
$ alias ls=’ls -al |
maka setiap kali Kita mengetikan ls maka hasil yang muncul adalah sama dengan perintah ls -al.
Untuk melihat daftar alias yang telah ada, Kita dapat menggunakan perintah
Quote:
|
$ alias |
Untuk menghapus alias, Kita dapat menggunakan perintah
Quote:
|
$ unalias -a | NamaAlias |
Perintah alias ini akan disimpan per user, jadi user A bisa memiliki alias yang berbeda dengan user B.
Konfigurasi Printer
Konfigurasi Printer
Konfigurasi printer yang paling umum di Linux adalah menggunakan CUPS. Untuk itu pastikan CUPS telah diinstall dan dijalankan.
Jika CUPS belum diinstall, Anda harus menginstall paket CUPS ini. Yang harus diinstall, adalah CUPS dan CUPS-drivers. Untuk mengetahui apakah CUPS ini sudah diinstall atau belum, Anda dapat mengetikan perintah # rpm -qa | grep cups.
Untuk memeriksa apakah CUPS telah dijalankan atau tidak, gunakan perintah service cups status. Jika ternyata belum dijalankan, gunakan perintah berikut untuk menjalankannya service cups start.
Ada 2 macam cara untuk melakukan konfigurasi printer, yaitu melalui Control Center (di Mandriva di namakan PrinterDrake) dan melalui Browser.
Konfigurasi printer melalui control center, sangat mudah sekali, seperti kita melakukan installasi printer di Windows, dan cara ini memang yang paling umum. Tetapi dalam pembahasan kali ini, Kita akan melakukan installasi printer melalui browser.
Untuk memulai konfigurasi, jalankan browser Anda dan ketikan localhost:631 pada alamat browser Anda. Bila muncul menu login, isikan username root dan passwordnya.
Berikut langkah-langkah installasi printernya:
- Pilih Add Printer
- Isikan Name, Location dan Description. Pengisian bebas, tetapi diusahakan pengisiannya sejelas mungkin agar orang lain yang membacanya dapat mengetahui tipe printer, lokasi printer tersebut.
- Pilih jenis koneksi dengan printer (paralel port, USB, serial port atau printer windows).
- Pilih merk printer
- Pilih tipe printer
Setelah langka-langkah tersebut dilakukan, maka installasi printer telah selesai dilakukan.
Saya memang tidak menjelaskan secara terperinci untuk masalah installasi printer ini, karena hal itu dapat dengan mudah dilakukan via GUI. Di sini, Saya akan lebih banyak menjelaskan tentang konfigurasi dari CUPS itu sendiri.
File konfigurasi printer berada di
Quote:
|
/etc/cups/printer.conf |
Sedangkan file konfigurasi CUPS berada di
Quote:
|
/etc/cups/cupsd.conf |
Bila printer Anda tidak berada dalam database driver CUPS, Anda dapat men-download versi terbaru dari CUPS di alamat http://cups.org.
Untuk printer HP (Hewlet Packard) yag mengalmi masalah berupa tidak bisa nge-print, dapat menggunakan driver foomatic.
Untuk melihat file log dari CUPS (bisa CUPS dirasakan ada masalah), ketikan perintah berikut:
Quote:
|
# tail -f /var/log/cups/error_log |
Perlu diketahui bahwa perintah tersebut bersifat realtime, artinya proses penampilan log akan terus diupdate. Untuk kembali ke sheel, tekan Ctrl+C.
Bila printer Anda mengalami masalah dengan sharing ke Windows (tidak bisa nge-print), maka Anda harus:
- Cek file /etc/cups/mime.convs
Perhatikan di baris bawah, dan pastikan baris application/octet-stream tidak di comment. - Cek juga file /etc/cups/mime.types
Perhatikan juga untuk baris yang sama. Dan pastikan juga diberikan comment.
Masalah ini yang harus Anda lihat terlebih dahulu, karena error inilah yang menyebabkan kesalahn terjadi. Setelah file konfigurasi di ganti, dan jalankan ulang service-nya dengan perintah service cups restart
Harddisk dan Mounting
Harddisk dan Mounting
Kita tahu bahwa saat ini, berdasarkan interface-nya HDD dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu yang menggunakan IDE dan menggunakan SATA.
Di Linux untuk pembagian HDD sebenarnya gampang. Untuk lebih mempermudah, Kita akan mulai membahas dari HDD yang berinterface IDE terlebih dahulu.
Umumnya, IDE terbagi menjadi 2, yaitu Primary dan Secondary. Nah, dari masing-masing IDE tersebut, dibagi lagi menjadi 2, yaitu master dan slave. Jadi urutannya akan menjadi seperti ini:
- Primary Master (hda)
- Primary Slave (hdb)
- Secondary Master (hdc)
- Secondary Slave (hdb)
Terlihat kalau urutannya di Linux dilambangkan dengan huruf a, b, c dan d.
Tetapi, perlu diingat juga, bahwa masing-masing HDD dapat juga dipartisi lebih dari 1. Nah, partisi sendiri bisa terdiri dari Primary Partition dan Extended Partition, yang terdiri dari beberapa logikal partisi.
Di Linux, setiap partisi dilambangkan dengan angka. Contoh, hda1 artinya Primary Partition pertama pada Primary Master HDD. Untuk lebih jelasnya, perhatikan penjelasan di bawah ini:
- Primary Master
- Primary Partition #1 (hda1)
- Primary Partition #2 (hda2)
- Extended Partition (hda5)
- Logical Partition #1 (hda6)
- Logical Partition #2 (hda7)
- Secondary Slave
- Primary Parttion #1 / CD-ROM (hdd1)
Anda lihat contoh di atas, ternyata untuk extended partition dimulai dari 5, dan logical partition juga dimulai dari 6. Dari mana angka tersebut? Kita tahu bahwa primary partition itu berjumlah maksimal 4 buah. Nah, di Linux, hda1 sampai dengan hda4 itu melambangkan primary partition di Primary Master HDD.
Untuk HDD yang bertipe SCSI dan USB-HDD ataupun USB Flash Disk, maka kode mountingnya adalah sda, sdb, dsb. Jadi perbedaannya hanyalah di huruf pertama saja yang diawali dengan huruf s, dimana untuk IDE diawali dengan huruf h.
Untuk membaca HDD, USB Flash Disk, CD-ROM, dsb (Selanjutnya disebut sebagai storage media), harus di lakukan mounting terlebih dahulu. Untuk distro-distro Linux terbaru, mounting storage media tersebut akan dilakukan secara otomatis. Tetapi bila ternyata belum dilakukan secara otomatis atau misalnya kita ingin melakukan mounting manual, Kita dapat menggunakan perintah mount.
Contoh:
- Melakukan mounting terhadap HDD yang terletak di Primary Slave, pada partisi ke-2 yang mempunyai file system FAT32, perintahnya:
mount -t vfat /dev/hdb2 /mnt/hdd2Perintah di atas akan melakukan mounting HDD tersebut ke direktori /mnt/hdd2, karena itu direktori hdd2 harus sudah ada sebelum melakukan mounting.
- Melakukan mounting terhadap CD-ROM yang terletak di Secondary Slave, perintahnya:
mount /dev/hdd /mnt/cdrom atau bisa juga dengan perintah berikut mount /dev/cdrom /mnt/cdrom. - Melakukan mounting terhadap USB Flash Disk, perintahnya:
mount /dev/sda1 /mnt/usbfdSeringkali, USB Flash Disk tidak selalu di sda1. Untuk mengetahui USB Flash disk berada di mana, saat memasang USB Flash Disk, ketikan perintah berikut dmesg | tail . Nanti dari perintah tersebut akan muncul USB Flash disk tersebut berada di sda1, sdb1 atau yang lainnya.
- Mounting ke jaringan linux yang beralamat IP 192.168.0.4 pada direktori /home/dokumen, perintahnya:
mount -t nfs 192.168.0.4:/home/dokumen /mnt/nfs - Mounting ke jaringan windows yang beralamat IP 192.168.0.2 pada direktori sharing /home/dokumen, perintahnya:
mount -t smbfs //192.168.0.2/home/dokumen /mnt/samba
bila membutuhkan user name dan password, maka perintahnya menjadi:
mount -t smbfs -o username=NamaUser,password=rahasia //192.168.0.2/home/dokumen /mnt/sambaPerintah di atas, hanya bisa dilakukan bila samba client telah diaktifkan.
Bagi yang menggunakan Windows 2003 Server, biasanya tidak bisa menggunakan smbfs, karena ada service dari Windows 2003 Server yang menghalangi. Untuk itu, coba gunakan file type cifs, perintahnya menjadi:
mount -t cifs -o username=NamaUser,password=rahasia //192.168.0.2/home/dokumen /mnt/sambaPerhatikan, karena menggunakan cifs, maka pastikan juga kalau cifs telah terinstall.
Terkadang setelah melakukan mounting, kita juga perlu untuk melakukan unmounting. Kegunaan dari perintah ini adalah untuk melepaskan file-file yang sedang digunakan, sehingga file tersebut tidak rusak. Contoh paling nyata adalah USB Flash disk, jika filenya dibuka dan USB Flash disk dicabut, maka ada kemungkinan file tersebut akan rusak. Jadi untuk amannya adalah menggunakan unmounting. Perintah unmounting adalah:
umount MountPoint.
Contoh berdasarkan contoh di atas, maka unmounting-nya adalah
- umount /mnt/hdd2
- umount /mnt/cdrom
- umount /mnt/usbfd
Untuk pembahasan lebih lanjut mengenai mounting folder sharing windows, silakan lihat di sini
Untuk pembahasan lebih lanjut mengenai mounting otomatis, silakan lihat di sini
Instalasi Program di Linux
Instalasi Program di Linux
Instalasi di Linux terdiri dari 2 macam, yaitu instalasi dari repositori dan instalasi program tambahan (non repositori). Instalasi dari repositori artinya Kita akan menginstall program-program tambahan yang sudah disediakan oleh distro Linux tersebut, seperti dari CD/DVD atau dari server (dan mirrornya) distro itu sendiri.
Instalasi program tambahan (non repositori), artinya Kita akan menginstall program-program lain yang tidak terdapat di distro Linux tersebut atau bisa juga kita akan menginstall program-program yang berada di distro tersebut, tetapi mempunyai versi yang berbeda.
- Installasi Dari Repositori
Untuk installasi dari repositori, tergantung dari distro yang kita gunakan, karena masing-masing distro mempunyai perintahnya masing-masing. Berikut beberapa perintah yang ada di beberapa distro:- Mandriva = urpmi
- Red Hat & Fedor = yum
- OpenSUSE & SUSE = yast2
- Ubuntu, Kubuntu, Edubuntu, Xubuntu = apt-get
- PCLinuxOS = apt-get
Contoh:
-
- Instalasi tree di Mandriva, urpmi tree
- Instalasi webmin di PCLinuxOS, apt-get install webmin
- Installasi Program Tambahan (non repostori)
Ada kalanya Kita tidak menemukan aplikasi yang kita inginkan di distro Linux yang kita gunakan, atau aplikasi yang kita inginkan memang ada, tetapi kita membutuhkan versi yang lebih tinggi. Di saat seperti itulah Kita perlu menginstall program tambahan (non repositori) tersebut. Installasi program tambahan ini pun tergantung dari turunan distro yang kita gunakan.Secara umum, distro Linux yang ada saat ini dapat dibagi ke dalam 3 kelompok, yaitu:
-
- Turunan Red Hat (mempunyai installer yang berbentuk .rpm)
- Turunan Debian (mempunyai installer yang berbentuk .deb)
- Turunan Slackware (mempunyai installer yang berbentuk .tgz)
Dalam pembahasan ini, Kita akan menggunakan installer yang berbentuk .rpm. Perintah untuk menginstall paket .rpm adalah rpm -ivh NamaPaket. Parameter i berarti Kita akan melakukan installasi.
Parameter v berarti semua progress akan ditampilkan ke layar.
Parameter h berarti tampilan progressnya dalam bentuk bar, sehingga akan kelihatan persentasenya.
Untuk mengupgrade paket .rpm, gunakan parameter U untuk menggantikan parameter i. Untuk menghapus aplikasi, gunakan parametera e.
Penjelasan dan contoh yang lebih lanjut mengenai installasi paket .rpm ini akan dijelaskan dalam thread lanjutan setelah thread ini. Di thread lanjutan nanti, akan dijelaskan cara install paket .rpm yang lebih lengkap, termasuk installasi yang membutuhkan dependensi, dan installasi melalui source code.
Cara installasi lebih lanjut menggunakan RPM dapa dilihat di sini dan cara installasi dengan menggunakan source code juga bisa dilihat di sini
Menggunakan VI Teks Editor
Menggunakan VI Teks Editor
Ada banyak teks editor yang tersedia di Linux, mulai dari yang berbasis CLI hingga yang berbasis GUI. Beberapa teks editor tersebut adalah
- vi
- emacs
- joe (bagi Anda yang ingin bernostalgia dengan wordstar/ws, joe ini mirip sekali dengannya)
- pico
- dll
Vi teks editor ini terdiri dari 2 macam mode, yaitu editing dan command. Saat berada dalam mode editing, Kita bisa mengedit file yang kita buat, seperti menambah, menghapus atau mengedit teks.
Saat berada dalam mode command, artinya kita bisa memberikan perintah-perintah kepada vi. Perintah-perintah yang dimaksud itu seperti perintah keluar, simpan, copy, delete, dsb. Command ini juga bisa dalam bentuk visual. Saat berada dalam mode visual, kita bisa melakukan blok terhadap baris-baris tertentu dan melakukan copy terhadap baris tersebut dan sebagainya.
Untuk masuk ke dalam mode editing, kita dapat menekan tombol i. Untuk berpindah mode, dari mode editing ke mode command, Kita dapat menekan tombol ESC.
- Membuat dan membuka file
Untuk membuat atau membuka file, dapat dilakukan dengan perintah:
$ vi nama_file
Jika nama file yang diberikan adalah nama file baru (filenya belum ada), maka artinya kita akan membuat file baru. Tetapi jika nama filenya sudah ada, artinya kita akan membuka file tersebut.Berikut beberapa perintah lainnya dalam membuka file:
- $ vi +n nama_file
Untuk membuka file langsung pada nomor baris n - $ vi + nama_file
Untuk membuka file langsung pada baris terakhir - $ vi +/kata nama_file
Untuk membuka file langsung pada kata pertama yang ditemukan - $ vi -R nama_file
Membuka file dalam modus baca, dan tidak untuk diedit. Perintahnya juga bisa dilakukan dengan perintah $ view nama_file
- $ vi +n nama_file
- Keluar dan menyimpan
- Untuk keluar dari vi, tekan tombol ESC kemudian dilanjutkan dengan menekan tombol :q dan diakhiri dengan ENTER
- Bila file telah sempat diedit, dan Kita ingin keluar tanpa menyimpannya, maka yang perlu Anda lakukan adalah tekan ESC, dilanjutkan dengan tombol :q! dan diakhiri dengan ENTER
- Untuk menyimpan dan keluar dari vi, tekan tombol ESC dan dilanjutkan dengan menekan tombol :wq
- Untuk menyimpan tanpa keluar, tekan tombol ESC dan dilanjutkan dengan menekan tombol
- Perintah-perintah pengeditan
a. Menggerakkan kursor
-
-
- 0 = Pindah ke awal baris
- $ = Pindah ke akhir baris
- w = Pindah ke kata selanjutnya
- b = Pindah kembali ke kata sebelumnya
- a = Untuk menyisipkan karakter
- c = untuk memotong kata atau baris
- p = Untuk menyalin kata atau kalimat yang terpotong (paste)
- yy = Untuk menyalin 1 baris.
- 2yy = Untuk menyalin 2 baris.
- dd = Untuk menghapus baris.
- 2dd = Untuk menghapus 2 baris
-
Untuk melakukan copy+paste secara visual, dapat dilakukan dengan cara menekan tombol v, blok baris yang akan dicopy, kemudian tekan y. Letakkan kursor ke tempat tujuan dan tekan p.
b. Mengedit teks
-
-
- cw = Menghapus satu kata di depan kursor
- c2b = menghapus 2 kata sebelumnya
- c$ = menghapus satu baris di depan kursor
- c0 = menghapus satu kata di belakang kursor
- ~ = mengubah huruf kecil menjadi huruf besar
- u = Undo, melakukan pembatalan terhadap editing terakhir.
- A = menyisipkan karakter di akhir baris
- I = menyisipkan karakter di awal baris
- o = membuka baris kosong di bawah kursor
- O = membuka baris kosong di atas kursor
- s = menghapus karakter pada kursor dan menukar teks
- S = menghapus baris dan menukar teks
- R = menempati karakter, kata, kalimat ke dalam baris yang telah dibuat.
- J = menggabungkan dua baris.
-
c. Menukar teks
Format umum perintah menukar teks ini adalah:
:<jangkauan>s/<kata yang akan diganti>/<kata pengganti>/option
Option yang dapat diberikan adalah
g = mencari kata secara global
i = mengabaikan huruf besar/huruf kecil
Contoh:
Kita akan mengganti kata “baris” menjadi kata “line”, maka perintahnya:
Quote:
|
:1,$s/baris/line/g |
d. Mencari kata
-
-
- /cari = mencari kata pertama di depan kursor yang sama dengan cari
- ?cari = mencari kata pertama di belakang yang sama dengan cari
- n = untuk mencari kata cari berikutnya tetapi ke arah sebelumnya
- N = untuk mencari kata cari berikutnya tetapi ke arah setelahnya.
-
-
Arsip
- Oktober 2007 (17)
- September 2007 (11)
- Agustus 2007 (14)
- Juli 2007 (8)
- Juni 2007 (16)
- Maret 2007 (6)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
